Powered By Blogger

Selasa, 12 Maret 2013



Manfaat Mencuci Tangan Bagi Kesehatan
 
Mencuci tangan sangatlah penting, karena tangan adalah media  penularan kuman,Penyakit yang beresiko muncul dari tangan yang kotor adalah diare, cacingan, infeksi saluran  pernapasan akut (ISPA), hingga SARS, flu burung, dan flu babi.[1]
Manfaat mencuci tangan bagi kesehatan tidak usah diragukan lagi. Mencuci tangan adalah salah satu upaya untuk membasmi kuman penyebab penyakit.  Biasakan mencuci tangan dengan menggunakan air bersih dan sabun.
Kuman pada tangan memang tidak terlihat secara kasat mata. Tanpa kita sadari, benda-benda yang kita sentuh setiap hari bisa menjadi tempat bersarangnya kuman. Misalnya saja pegangan pintu, remote kontrol, keyboard, dan lainnya.
Jangan mencuci tangan dengan sekedarnya. Tangan yang tidak dicuci dengan baik dapat menjadi penyebar kuman penyakit. Jika Anda menggunakan produk pembersih tangan yang ada di pasaran, pastikan produk tersebut setidaknya mengandung 60 persen alkohol.
Produk pembersih tangan yang mengandung alkohol adalah alternatif selain mencuci tangan dengan sabun dan air. Untuk anak-anak, Anda bisa menggunakan produk pembersih tangan khusus untuk anak-anak.
Ajarkan anak-anak untuk selalu mencuci tangan mereka dengan benar sebelum atau sesudah melakukan aktivitas baik di dalam maupun diluar rumah. Ajarkan pula mereka untuk mencuci tangan dengan benar. Jadikan aktivitas mencuci tangan sebagai kegiatan yang menarik.
Anda bisa membuat grafik dengan nama-nama anggota keluarga di dalamnya. Gunakan grafik tersebut untuk mengukur siapa yang paling sering mencuci tangan. Anda bisa memberikan reward bagi pemenang setiap bulannya.   
Anak-anak perlu dibiasakan mencuci tangan karena mereka memiliki resiko yang lebih besar terhadap penyakit pencernaan dan pernafasan. Dengan kebiasaan mencuci tangan dapat membantu mencegahnya.
Berikut ini adalah beberapa tips mencuci tangan yang baik :
1.      Cuci tangan dengan air bersih. Bisa air hangan atau dingin. Jangan lupa untuk  menggunakan sabun.
2.      Gosok tangan secara bersamaan. Jangan lupa untuk menggosok bagian belakang tangan Anda, antara sela-sela jari, dan di bawah kuku Anda.
3.      Gosok tangan Anda selama minimal 20 detik.
4.      Bilas tangan Anda baik di bawah air mengalir.
5.      Keringkan tangan anda menggunakan handuk bersih dan kering.
Biasakan untuk mencuci tangan Anda sebelum atau sesudah melakukan aktivitas seperti sebelum makan, setelah menggunakan kamar kecil, setelah membuang ingus, batuk, atau bersin, setelah mengganti popok, setelah menyentuh sampah, sebelum dan setelah mengobati luka, setelah menyerahkan hewan atau kotoran hewan, sebelum memasukkan atau melepas lensa kontak, atau setelah menyentuh orang sakit atau terluka.
Lakukan kebiasaan sederhana ini sekarang juga dan dapatkan manfaat mencuci tangan bagi kesehatan Anda dan keluarga. Selamat mencoba.[2]





[1] http://edukasi.kompasiana.com/2012/06/11/pentingnya-mencuci-tangan-468839.html

[2] http://www.melindahospital.com/modul/user/detail_artikel.php?id=1724_Manfaat-Mencuci-Tangan-Bagi-Kesehatan

Jumat, 15 Februari 2013

PMR


Palang Merah Remaja atau PMR adalah wadah pembinaan dan pengembangan anggota remaja yang dilaksanakan oleh Palang Merah Indonesia. Terdapat di tiap tingkatan PMI diseluruh Indonesia dengan anggota lebih dari 5 juta orang. Anggota PMR merupakan salah satu kekuatan PMI dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan kemanusiaan dibidang kesehatan dan siaga bencana, mempromosikan Prinsip-Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, serta mengembangkan kapasitas organisasi PMI.



Pendidikan dan pelatihan PMR

Palang Merah Remaja atau PMR adalah suatu organisasi kepemudaan binaan dari Palang Merah Indonesia yang berpusat di sekolah-sekolah ataupun kelompok-kelompok masyarakat ( sanggar, kelompok belajar, dll ) dan bertujuan memberitahukan pengetahuan dasar kepada siswa sekolah dalam bidang yang berhubungan dengan kegiatan kemanusiaan.
Untuk mendirikan atau menjadi anggota palang merah remaja disekolah, harus diadakan Pendidikan dan Pelatihan Diklat untuk lebih mengenal apa itu sebenarnya PMR dan sejarahnya mengapa sampai ada di Indonesia, dan pada diklat ini para peserta juga mendapatkan sertifikat dari PMI. Dan baru dianggap resmi menjadi anggota palang merah apabila sudah mengikuti seluruh kegiatan yang diadakan oleh palang merah remaja disekolah.

PMI mengeluarkan kebijakan pembinaan PMR:
  1. Remaja merupakan prioritas pembinaan, baik dalam keanggotaan maupun kegiatan kepalangmerahan.
  2. Remaja berperan penting dalam pengembangan kegiatan kepalangmerahan.
  3. Remaja berperan penting dalam perencanaan, pelaksanaan kegiatan dan proses pengambilan keputusan untuk kegiatan PMI.
  4. Remaja adalah kader relawan.
  5. Remaja calon pemimpin PMI masa depan.
Tujuan pembinaan dan pengembangan PMI masa depan:
  1. Penguatan kualitas remaja dan pembentukan karakter.
  2. Anggota PMR sebagai contoh dalam berperilaku hidup sehat bagi teman sebaya.
  3. Anggota PMR dapat memberikan motivasi bagi teman sebaya untuk berperilaku hidup sehat.
  4. Anggota PMR sebagai pendidik remaja sebaya.
  5. Anggota PMR adalah calon relawan masa depan.

Jumbara

Jumbara atau Jumpa Bhakti Gembira adalah kegiatan besar organisasi PMR seperti halnya jambore pada organisasi Pramuka.Jumbara diadakan dalam setiap tingkatan. Ada jumbara tingkat Kecamatan, kabupaten/kota , Provinsi dan Jumbara Nasional. dimana pelaksanaanya disesuaikan dengan kemampuan PMI di wilayah yang bersangkutan.

Tribakti PMR

Setiap anggota PMR memiliki tugas yang harus dilaksanakan, dalam PMR dikenal tri bakti yang harus diketahui, dipahami dan dilaksanakan oleh semua anggota. TRIBAKTI PMR (2009) tersebut adalah:
  1. Meningkatkan keterampilan hidup sehat
  2. Berkarya dan berbakti kepada masyarakat
  3. Mempererat persahabatan nasional dan internasional.

Tingkatan PMR

Di Indonesia dikenal ada 3 tingkatan PMR sesuai dengan jenjang pendidikan atau usianya
  1. PMR Mula adalah PMR dengan tingkatan setara pelajar Sekolah Dasar (10-12 tahun). Warna syal/slayer Hijau
  2. PMR Madya adalah PMR dengan tingkatan setara pelajar Sekolah Menengah Pertama (12-15 tahun). Warna syal/slayer Biru Langit
  3. PMR Wira adalah PMR dengan tingkatan setara pelajar Sekolah Menengah Atas (15-20 tahun). Warna syal/slayer Kuning cerah

Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah Dan Bulan Sabit Merah Internasional

Dalam PMR dikenalkan 7 Prinsip Dasar yang harus diketahui dan dilaksanakan oleh setiap anggotanya. Prinsip-prinsip ini dikenal dengan nama"7 Prinsip Dasar Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional" (Seven Fundamental Principle of Red cross and Red Crescent).

1. Kemanusiaan

Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah lahir dari keinginan untuk memberikan pertolongan kepada korban yang terluka dalam pertempuran tanpa membeda-bedakan mereka dan untuk mencegah serta mengatasi penderitaan sesama. Tujuannya ialah melindungi jiwa dan kesehatan serta menjamin penghormatan terhadap umat manusia. Gerakan menumbuhkan saling pengertian, kerja sama dan perdamaian abadi antar sesama manusia.

2. Kesamaan

Gerakan memberi bantuan kepada orang yang menderita tanpa membeda-bedakan mereka berdasarkan kebangsaan, ras, agama, tingkat sosial atau pandangan politik. tujuannya semata-mata ialah mengurangi penderitaan orang lain sesuai dengan kebutuhannya dengan mendahulukan keadaan yang paling parah.

3. Kenetralan

Gerakan tidak memihak atau melibatkan diri dalam pertentangan politik, ras, agama, atau ideologi.

4. Kemandirian

Gerakan bersifat mandiri, setiap perhimpunan Nasional sekalipun merupakan pendukung bagi pemerintah dibidang kemanusiaan dan harus mentaati peraturan hukum yang berlaku dinegara masing-masing, namun gerakan bersifat otonom dan harus menjaga tindakannya agar sejalan dengan prinsip dasar gerakan.

5. Kesukarelaan

Gerakan memberi bantuan atas dasar sukarela tanpa unsur keinginan untuk mencari keuntungan apapun.

6. Kesatuan

Didalam satu Negara hanya boleh ada satu perhimpunan Nasional dan hanya boleh memilih salah satu lembaga yang digunakan Palang merahatau Bulan Sabit Merah. Gerakan bersifat terbuka dan melaksanakan tugas kemanusiaan diseluruh wilayah negara bersangkutan.

7. Kesemestaan

Gerakan bersifat semesta. Artinya, gerakan hadir diseluruh dunia. Setiap perhimpunan Nasional mempunyai status yang sederajat, serta memiliki hak dan tanggung jawab yang sama dalam membantu sama lain.



 http://id.wikipedia.org/wiki/Palang_Merah_Remaja