Powered By Blogger

Sabtu, 22 Desember 2012

CINTA SEJATI


Manakala hati menggeliat mengusik renungan 
Mengulang kenangan saat cinta menemui cinta 
Suara sang malam dan siang seakan berlagu 
Dapat aku dengar rindumu memanggil namaku 

Saat aku tak lagi di sisimu 
Ku tunggu kau di keabadian 

Aku tak pernah pergi, selalu ada di hatimu 
Kau tak pernah jauh, selalu ada di dalam hatiku 
Sukmaku berteriak, menegaskan ku cinta padamu 
Terima kasih pada maha cinta menyatukan kita 

Saat aku tak lagi di sisimu 
Ku tunggu kau di keabadian 

Cinta kita melukiskan sejarah
Menggelarkan cerita penuh suka cita 
Sehingga siapa pun insan Tuhan Pasti tahu cinta kita sejati 
Saat aku tak lagi di sisimu Ku tunggu kau di keabadian 

Cinta kita melukiskan sejarah 
Menggelarkan cerita penuh suka cita 
Sehingga siapa pun insan Tuhan Pasti tahu cinta kita sejati 

Lembah yang berwarna 
Membentuk melekuk memeluk kita 
Dua jiwa yang melebur jadi satu 
Dalam kesunyian cinta 

Cinta kita melukiskan sejarah 
Menggelarkan cerita penuh suka cita 
Sehingga siapa pun insan Tuhan pasti tahu cinta kita sejati 














Jumat, 21 Desember 2012

UMMI UMMI UMMI

Ibu adalah wanita yang telah melahirkan seseorang dan sebutan untuk wanita yang sudah bersuami (KBBI, 2001: 416).

             Arti seorang ibu mengandung milyaran makna. Ibu adalah lambang syurga yang terlihat di dunia, bahkan dalam salah satu hadìsnya Rosululloh saw bersabda jika Syurga itu ada di bawah telapak kaki ibu. Makna seorang ibu memang sangat luas, kehadirannya penuh arti dan ketika kita sedang terpisah pun maka ibu adalah orang yang paling kita rindukan. Semasa kita kecil pun lebih banyak menyebut nama ibu daripada nama ayah. Ketika kita baru bermain terus pulang ke rumah, maka ibu lah orang pertama yang kita tanyakan. Ketika manusia mulai merasa jauh dengan ibunya maka perlu berhati-hati, karena itu bisa menjadi pertanda akan ada penderitaan dalam hidup.
           Ibu, seperti apapun dia tetaplah wanita yang paling mulia di dunia ini, pemimpin terbaik zaman juga memberi teladan agar umat manusia 2/3 pengabdian dan baktinya diberikan kepada ibu. Ini tentu mengandung rahasia besar, bukan sekedar teori atau saran tanpa makna. Kesuksesan setinggi apapun yang dicapai oleh anak tak bisa dilepaskan dari peran seorang ibu. Tetapi mungkin ada orang yang bertanya ibu seperti apa yang bisa mengantar kejayaan putera puterinya dalam hidup ini? Tampaknya tidak semua ibu bisa menjalankan fungsi sebagaimana yang diamanatkan oleh agama. Ibu yang penuh makna adalah ibu yang memberi pendidikan terbaik kepada anak anak mereka dengan ketulusan kasih sayang. Mereka tidak melempar tanggung jawab pengasuhan kepada orang lain, karena ibu lah guru terbesar yang sangat mempengaruhi perkembangan seorang anak.
          Coba anda baca kisah hidup Albert Einstein, beliau pernah dianggap sebagai ‘anak tolol’ oleh gurunya.Tetapi dimata ibu, ia adalah anak hebat yang punya bakat luar biasa. Ibu Einstein kemudian mendidiknya dengan pola kasih sayang hingga apa yang dìlakukan oleh ibu membuat Albert Einstein punya nama abadi hingga sekarang. Para ulama besar pun rata rata diasuh oleh ibu yang luar biasa, ibu mereka tidak jenius, tidak pula hebat,tetapi seorang ibu punya naluri mendidik YANG TAK BISA DIGANTIKAN DENGAN METODE APAPUN. Inilah rahasia seorang ibu, meski secara akademik boleh jadi tidak pandai, tetapi kasih sayang dan kasih cinta yang mereka berikan bisa mengantar sang anak mencapai puncak kesuksesan hidup. Sedemikian mulianya makna seorang ibu sampai sampai Rosul memberi kabar bahwa syurga itu ada di telapak kaki ibu. Kejayaan dan keberhasilan suatu generasi sangat bergantung pada peran penting yang melekat di dalam mutiara arti seorang ibu. Maka, jadilah calon ibu teladan!
          Mendidik adalah tugas utama orang tua. tidak hanya seorang ibu tetapi juga ayah (orang tua), Keduanya-lah yang akan membuat anak bertumbuh kembang, baik fisik, mental, pengetahuan, bahkan keimanan. Mendidik dengan Kasih Sayang. Kasih sayang merupakan komponen dasar yang utama dalam proses pendidikan dan pembentukan karakter atau akhlak anak. Seorang guru yang memiliki rasa kasih sayang yang besar akan sangat mencintai profesinya dibandingkan dengan seorang guru yang lebih berorientasi terhadap uang. Demikian juga murid yang dididik dengan rasa kasih sayang akan merasa betah dan lebih cepat mengerti dan memahami pelajaran yang disampaikan kepadanya.
          Orang tua yang selalu mendidik anak-anaknya dengan rasa cinta dan kasih sayang akan membuat suasana belajar dalam rumah tangga menjadi sangat menyenangkan bagi anak. Anak tidak pernah bosan untuk meyerap setiap pelajaran yang diberikan.Karena tidak ada cara yang lebih baik untuk menawan hati anak dan memenangkan kepercayaannya selain dari mengembangkan rasa cinta dan kasih sayang oleh orang tuanya.
          Dengan cinta dan kasih sayang suasana rumah akan menjadi tempat yang sangat menyenangkan bagi anak dan seluruh penghuninya. Sehingga rumah menjadi tempat tinggal dan berkumpulnya seluruh kegembiraan, kedamaian dan kesopanan. Rumah yang dipenuhi dengan sinar cinta dan kasih sayang akan menjadi tempat kejujuran dan segala sifat kebaikan dan kebahagiaan tinggal.
Anak akan belajar mengasihi apabila di rumah kedua orang tuanya hidup dalam suasana penuh cinta kasih sayang. Dengan pelajaran cinta kasih yang diterimanya di rumah anak akan menjadi anak yang lembut dan penurut. [B]Apabila anak dibesarkan dalam suasana rumah yang penuh dengan kebencian dan kedengkian akan melahirkan watak yang gampang tersinggung dan cepat marah, hidupnya akan selalu dipenuhi oleh rasa dendam yang pada akhirnya akan merugikan anak itu sendiri dimasa dewasanya.
          Orang tua yang bijaksana tidak harus memperlihatkan kesusahan hidup yang dihadapinya pada anaknya karena kesusahan itu merupakan beban yang mungkin terlalu berat bagi anak dan dengan memperlihatkan kesusahan hidup kepada anak tidak akan mengurangi beban kesusahan itu sendiri, tapi malah membawa akibat yang buruk dikemudian hari pada anak. Anak akan tumbuh menjadi manusia yang tidak memilki kepercayaan diri yang cukup dalam menghadapi kehidupannya sendiri di masa dewasanya.
          Tidak sedikit orang tua yang salah menerapkan rasa cinta dan kasih sayang dalam keluarganya. Tatapan mata penuh cinta kasih, belaian dan perbuatan serta obrolan dirumah memang perlu dan mutlak dilakukan, tapi kebanyakan orang tua lupa bahwa cinta dan kasih sayang tersebut membutuhkan penegasan dan kepastian yang tegas.Rasa cinta dan kasih sayang itu harus diucapkan dengan kata-kata yang mendidik, sehingga anak mengerti dan memahami bahwa dirinya adalah bagian dari keluarganya. Anak akan memahami dan menyadari bahwa dia juga mempunyai hak dan kewajiban serta tanggungjawab dalam keluarga, sama seperti anggota keluarga lainnya.
          Jangan biarkan anak hidup dan terombang ambing dengan perasaannya sendiri tentang posisinya dalam keluarga. Penegasan bahwa dirinya adalah bagian dari keluarga itu akan menumbuhkan kesadaran dan rasa memilki sehingga anak akan dengan sukarela menjaga dan merawat serta memelihara tatanan komunikasi yang dipenuhi cinta kasih yang telah dibangun dan dipelihara orang tuanya.
           Seringkali orang tua dibuat pusing oleh sikap anaknya yang cendrung enggan membereskan dan merapikan kembali mainan setelah dipergunakan. Apabila kebiasaan tersebut dibiarkan sampai anak menjadi besar dan dewasa, dia akan cenderung meninggalkan setiap peralatan kerja yang telah dipakainya disembarang tempat sebelum kemudian hilang.
           Kebiasaan buruk tidak mau atau enggan membereskan atau merapikan kembali mainan setelah dipakai, merupakan wujud dari tingkat kesadaran anak terhadap kepemilikan mainannya. Ketika anak memahami dan menyadari bahwa dirinya adalah bagian dari keluarga dan bagian dari kepemilikan setiap benda yang berada dalam rumah tentunya dengan kesadarannya sebagai anak dia akan turut menjaga dan merawatnya
          Orang tua yang kurang bijaksana dalam mengungkapkan rasa cintanya terhadap anak cendrung akan membereskan dan merapikan sendiri mainan anak yang berserakan, bahkan sebagiannya lagi disertai dengan omelan dan gerutuan yang tidak dimengerti oleh anak. Sikap orang tua yang demikian akan menggiring anak untuk bersikap acuh terhadap lingkungannya. Anak akan kehilangan rasa kepeduliannya terhadap sesama. Dia akan kehilangan rasa cinta dan kasih sayang dalam dirinya dan tumbuh menjadi manusia yang egois, keras kepala, sadis dan maunya menang sendiri.
          Memberikan pengertian dengan bahasa cinta yang jelas dan beradab akan membuat anak tumbuh menjadi anak yang lembut dan penuh tanggungjawab. Anak akan mudah memahami lingkungannya dan enak diajak berkomunikasi, sehinga pada akhirnya setelah dia dewasa kelak dia akan tumbuh menjadi manusia yang keberadaanya diakui sebagai pemberi dan penebar kasih sayang yang jadi panutan bagi sesamanya
          Cara terbaik mengajarkan cinta dan kasih sayang kepada anak disamping selalu memenuhi rumah dengan aura cinta dan kasih sayang yang nyaman adalah dengan memberi kesempatan kepada anak untuk melihat rasa cinta dan kasih sayang yang manis yang diberikan orang tua mereka terhadap nenek dan kakek mereka. Dengan cara itu anak akan terbimbing jiwanya untuk mengikuti rasa cinta dan manisnya kasih sayang yang diberikan dan diperlihatkan orang tuanya terhadap ibu bapak mereka. Anak akan terbimbing hatinya untuk memahami bahwa “sesungguhnya ridha Allah itu terletak pada keridhaan orang tua “

Sumber:
http://blog.unnes.ac.id/pendidikanku/makna-seorang-ibu-penuh-arti-dalam-hidup-kita/
http://nurulfikri.sch.id/index.php/ragam-media/kolom/kolom-guru/92-mendidik-dengan-cinta-dan-kasih-sayang

Kamis, 20 Desember 2012

<iframe src="http://www.stafaband.info/embed-45734.html" width=310 height=70 scrolling="no" frameborder=0></iframe>

Kamis, 13 Desember 2012

INNER BEAUTY

Beauty diterjemahkan sebagai cantik, indah, menarik. Sedangkan Inner bagian dalam. Jadi secara keseluruhan, Inner Beauty bermakna sesuatu yang cantik, menarik, di mana kecantikan tersebut merupakan pancaran dari dalam diri seseorang. Pancaran kuat inilah yang menyebabkan mengapa seseorang tampil begitu penuh mempesona.

Pengertian Inner Beauty jika kita artikan ke dalam Bahasa Indonesia yaitu: Kecantikan bagian dalam" dan disebut juga kecantikan bathiniah. Inner beauty itu tidak terwujud. Kecantikan hakiki adalah kecantikan yang muncul atau timbul dari dalam diri. Namun budaya iklan memabukan dan melenakan para wanita menjadi salah satu pemicu untuk memilih jalan pintas. Padahal kecantikan dari dalam diri tidak berbiaya mahal. hanya ketulusan hati dan rasa syukur yang memberikan aura positif yang tidak kalah dengan kecantikan fisik.
Sekalipun mata paling sering dipercaya untuk melakukan penilaian terhadap kadar kecantikan suatu objek, tapi sesungguhnya indera ini amat kurang memadai. Kita akan mengeksplorasi kecantikan yang lain, yaitu kecantian yang "dilihat" oleh seluruh indera kita, bukan kecantikan yang "Only skin dee". Kecantikan yang sedang kita bicarakan ini mungkin kurang menonjol secara visual. Tetapi pemilik kecantikan yang satu ini akan selalu tampak mengesankan dan menyejukkan mata bagi meraka yang meilhatnya. Orang yang nyaman dengan diri sendiri, bahkan juga menimbulkan kenyamanan bagi orang lain. Ia menunjukan gairah hidup, memiliki bahasa tubuh yang sesuai dengan isi pembicaraan, memiliki empati yang tinggi, dan selalu melibatkan emosi secara proporsional dalam berkomunikasi. ia juga pendengar yang baik, mampu menghidupkan suasana, dan mempunyai pengaruh terhadap orang-orang yang ada disekelilingnya.
Kecantikan yang demikian bersumber dari dalam, dari sikap mental. Sikap mental yang matang, stabil, teruji, dan terpelihara ini akan memancarkan estetika yang secara mistis memancar dari wajahnya. hebatnya lagi, pancaran keindahannya ini dapat dirasakan oleh siapapun yang berada di sekelilingnya. Seetiap orang pada dasarnya merupakan cahaya yang bersinar yang secara kolektif dapat meningkatkan getaran bumi dan mendorong kita mencapai kebahagiaan dan cinta. Kadang-kadang kita gagal melihat inner beauty dan cahaya dalam diri kita sendiri, dan sering kita tidak bisa melihat cahaya dan kecantikan yang muncul pada setiap orang disekeliling kita. Seberapa sering kita untuk melihat kualitas-kualitas yang sebenarnya dan menemukan inner beauty yang berada di dalam diri kita masing-masing?
Kita mungkin merasa bahwa cahaya dari dalam diri kita tidak menyala terang sebagaimana mestinya, koneksi ini akan memantu memantik lagi cahaya di dalam dan kecantikan dari dalam yang berada di dalam diri kita dan membantu kita melihat kebaikan orang lain dengan lebih jelas. Dapat dikatakan  bahwa inner beauty seorang wanita merupakan kecantikan yang tidak bisa dilihat jika hanya mengandalkan mata  saja. Maksudnya, sesuatu yang sering kali tak kasat mata, namun sebenarnya sangat indah dan tersimpan di balik fisik sang wanita. "kecantikan " itu sendiri dapat berupa kepribadian yang baik dan menyenangkan, kecerdasan, keteranpilan/keahlian tertentu, keberanian, kepedulian pada sesama, dan lain sebagainya yang akan membrikan nilai tambah pada diri seorang wanita.
Mereka yang memiliki inner beauty, secara fisik mungkin biasa-biasa saja, atau katakanlah nilai cuma rata-rata, tetapi ada pesona lain yang ditebarkan. Sehingga penampilannya secara keseluruhan terlihat lebih menarik. Memang tidak dapat dipungkiri, pesona pada diri seseorang seringkali bersumber dari fisik. Artinya, Anda yang berwajah ganteng, cantik, bertubuh proporsional plus ditunjang pakaian dan penampilan yang keren, akan terlihat menarik. Tapi pesona lahir seperti ini akan luntur ketika tidak didukung oleh pesona dari dalam. Pesona dari dalam itu antara lain, intelektual dan perilaku menyangkut etiket dan tata krama dalam menghadapi orang lain. Pesona dari dalam inilah yang kerap disebut sebagai kharisrma atau inner beauty.
Perempuan dengan inner beauty akan merasa nyaman dengan dirinya sendiri, mengetahui kelemahan serta kelebihanya, sehingga dapat meminimalisir kekurangan tersebut menjadi sesuatu yang bahkan akan tidak tampak sama sekali, dan tidak membiarkannya mengganggu kenyamanan dirinya dalam bersosialisasi. ia juga tahu bagaimana menonjolkan kelebihannya menjadikan sebagai point plus, cerdas, percaya pada diri sendiri, serta menebarkan alur positif ke mana pun dia melangkah dan di mana pun dia berada. cantik itu harus ditekankan pada pencitraan diri secara positif, bahwa apa, siapa, dan bagaimana pun bentuknya, selama ia menghargai dirinya sendiri, merawat tubuh dan memelihara jiwanya, maka dia termasuk dalam kategori perempuan dengan inner beauty. Sesuatu yang tidak terlihat oleh mata, tidak dapat dikatakan cantik atau jelek. Indah dan cantik berkaitan dengan mata, enak berkaitan dengan lidah, nikmat berkaitan dengan alat perasa dan peraba, merdu berkaitan dengan telinga. 
 
 

Cara Jitu Mengeluarkan Inner Beauty Wanita

  1. Percaya Diri, wanita yang percaya diri secara tidak sadar akan menampakkan Inner beauty yang sempat terkurung didalam tubuh.
  2. Pertahanan Diri, Tidak mudah terpengaruh oleh orang lain dan selalu dapat menahan keinginnan yang berlebihan.
  3. Sopan saat berucap, Inner beauty akan jelas nampak terlihat orang lain saat kita sopan berucap dan selalu berfikir terlebih dahulu saat akan mengucapkan sesuatu agar tidak menyinggung ataupun menyakiti orang lain.
  4. Tampil Bersih, Bagaiman Inner Beauty akan muncul jika kecantikan dari luar saja tidak dapat kita rawat. Syarat tertentu untuk memunculkan kecantikan dari dalam diri adalah menampilkan kecantikan dari luarnya terlebih dahulu.
  5. Tersenyum, Senyuman yang tulus akan memunculkan Inner beauty yang tidak dapat kita duga. Selalu tersenyum dengan tulus apapun itu bentuknya.
  6. Meredam amarah atau keinginan untuk menyakiti orang lain, karena hal itu akan mengurangi aura kecantikan. Lagipula dalam ilmu kedokteran disebutkaN bahwa amarah menyebabkan kerusakan sel syaraf sebanyak 50.000 sel. Dibutuhkan waktu yang lama atau sedikitnya 128 hari untuk memulihkan sel-sel tersebut seperti sedia kala. Tidak mengherankan beta pun cantik dan menariknya fisik seorang wanita, maka ia akan terlihat sangat jelek dan menyebalkan bila dirinya dikuasai amarah atau nafsu untuk menyakiti orang lain. Maka binalah sikap cara berfikir positif. Aura kecanttikan anda semakin bersinar terang dan diri anda terlihat jauh lebih muda dan segar bila anda selalu berfikir positif.
  7. Mencintai diri sendiri tanpa syarat, apapun adanya diri anda. Apabila anda tidak mampu mencintai diri sendiri, maka anda pun tidak dapat mencintai dan menyayangi orang lain. Logikanya, anda tidak akan dapat memberikan sesuatu yang tidak anda miliki.  Kita mulai dengan mengenal diri kita yang sebenar-benarnya. Kita harus berani mengakui kelemahan, kekurangan dan lekebihan serta keunggulan kita. Terkadang kitapun harus berlapang dada menerima kritikan  dan masukan dari orang lain karena barangkali tidak semua sisi dari diri kita ini, kita mampu untuk mengenalinya. Jangan berburuk sangka dan cobalah untuk melihat kekurangan dengan mencari sisi positifnya. memang tidak semua hal yang terjadi sesuai dengan keinginan kita. Kalau ada hal-hal yang tidak sesuai, kita harus ikhlas menerima bahwa inilah porsi hidup yang harus kita jalankan saat ini. Dengan terlebih dahulu mencintai diri sendiri, maka anda baru akan bisa memancarkan cinta dan kasih sayang kepada makhluk disekeliling anda. Cinta dan kasih sayang yang tulus dari dalam hati meenjadikan seluruh aspek di dalam diri anda terlihat istimewa. Cinta dan kasih sayang akan memancarkan aura kecantikan anda yang luar biasa. Selain mencintai diri sendiri apa adanya, Anda juga dapat memupuk kebaikan  kepada orang lain dengan melakukan visualisasi. Caranya dalah dengan meluangkan waktu untuk membayangkan diri anda berbagi kebaikan kepada orang lain. Lakukan visualiasai seperti itu dimana pun anda berada, karena dapat meningkatkan energi cinta dan kasih sayang dari dalam diri anda. Sehingga tanpa anda sadari, suatu ketika sikap anda juga akan penuh kasih sayang. Aura kecantikan anda pun akan memancar dengan sendirinya. Semakin banyak cinta yang anda pancarkan tanpa syarat, maka semakin tinggi aura kecantikan yang anda miliki. Satu hal yang terpenting untuk diperhatikan bahwa kecantikan itu terpancar dari dalam hati yang damai. Aura kecantikan tidak dapat timbul dari dalam jiwa yang kosong dan hampa. hati yang damai juga tidak dapat tergantikan oleh kekayaann, kemolekan tubuh dan wajah, ketenaran, posisi, dan lain sebagainya.
  8. Bersyukur dan beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa merupakan aktifitas yang lebih menjanjikan kedamaian hati. Luangkanlah lebih banyak waktu untuk bersyukur dan beribadah kepada Tuhan sesuai dengan keyakinan anda. Aura kecantikan akan akan terpancar lebih terang dari seseorang yang memiliki kedamaian spiritual, dimana dia menemukan harapan baru, optimisme, dan kebahagiaan hakiki. Pada dasarnya penampilan memang penting supaya seorang wnaita terlihat rapi, cantik dan menarik. Tetapi karakteristik itu ternyata jauh lebih penting, karena kecantikan yang berasal dari kemurnian hati dan jiwa lebih mudah menjadi pusat kekaguman banyak orang. Pesan BlogMamen, jagalah diri dan inner beauty atau keluhuran budi pekerti betapa pun kecantikan anda.

Inner Beauty Muslimah

Setiap muslimah senantiasa mendambakan kecantikan fisik.
Tetapi ingat, kecantikan dari dalam ( inner beauty ) adalah hal yang lebih penting dari pada kecantikan fisik belaka.
Karena,apa gunanya seorang muslimah cantik fisik tapi tidak memiliki akhlak terpuji.
Atau,apa gunanya cantik fisik tetapi dibenci orang-orang sekitar karena tindak tanduknya yang tidak baik.
Karena itu kecantikan dari dalam memang lebih diutamakan untuk menjaga citra diri seorang muslimah.

Menjaga kecantikan dari dalam berarti menjaga etika dan budi pekerti baik,serta menggunakan anggota tubuh untuk hal-hal yang baik berdasarkan sudut pandang syariat Islam.

Sebagai contoh,bibir yang indah tak hanya indah menarik secara fisik,tapi juga meniscayakan penuturan kata-kata baik dan ucapan santun.
Tutur kata yang santun serta ucapan yang baik memberi kesan mendalam bagi orang lain.

Allah pun dengan tegas menyatakan bahwa antara ciri hamba-Nya yang baik adalah,mereka yang baik ucapannya.
Mereka yang apabila dihina atau dicaci oleh orang jahil ( tak berilmu ),mereka tidak membalas kecuali dengan kata-kata baik dan lemah lembut.
Allah berfirman :
"Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu ( ialah ) orang-orang yang berjalan di atas muka bumi dengan rendah hati dan apabila orang jahil menyapa mereka,mereka mengucapkan kata-kata ( yang mengandung ) keselamata".
( Al.Furqan:63 )

Tak hanya itu,muslimah yang baik akan meninggalkan perkataan-perkataan yang tidak bermanfaat.
Rasulullah bersabda :
"Termasuk dari kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan apa-apa yang tidak penting baginya"
Mengenai hadist ini Imam Ibnu Rajab Al-Hambali mengatakan,"Kebanyakan pendapat yang ada tentang magsud meninggalkan apa-apa yang tidak penting adalah menjaga lisan dari ucapan yang tidak berguna".
Dalam Ad-Daa wa Ad-Dawaa,Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah menerangkan lebih lanjut, "Menjaga lisan adalah agar jangan sampai seseorang mengucapkan kata-kata yang sia-sia,apabila dia berkata hendaklah berkata yang diharapkan terdapat kebaikan padanya dan manfaat bagi agamanya"
Apabila dia akan berbicara,hendaklah dia pikirkan,apakah dalam ucapan yang akan dikeluarkan terdapat manfaat dan kebaikan atau tidak ?
Apabila tidak bermanfaat hendaklah dia diam,dan apabila bermanfaat hendaklah dia pikirkan lagi,adakah kata-kata lain yang lebih bermanfaat atau tidak ? Supaya tidak menyia-nyiakan waktunya dengan yang tidak bermanfaat.

Termasuk dalam hal ini adalah menjauhi perbuatan gibah yang berkaitan erat dengan lisan yang mudah bergerak dan berbicara.
Maka hendaklah para muslimah memperhatikan apa-apa yang akan diucapkan.
Jangan sampai jatuh dalam perbuatan gibah yang tercela.
Bila setiap wanita muslim bisa menjaga lisan dari mengganggu atau menyakiti orang lain,insya Allah mereka akan menjadi wanita muslimah sejati.
Rasulullah bersabda :
"Seorang muslim sejati adalah bila kaum muslimin merasa selamat dari gangguan lisan dan tangannya" ( HR.Muslim )

Demikian juga dengan anggota tubuh lainya seperti mata.
Untuk menjadikan mata sepasang mata yang indah dan mempesona,maka pandanglah kebaikan-kebaikan dari orang-orang,jangan mencari-cari keburukan mereka.
Allah berfirman mengenai hal ini :
"Hai orang-orang beriman,jauilah kebanyakan dari prasangka.
Sesungguhnya sebagian prasangka adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain",( Al-Hujarat :12 )

Rasulullahpun mewanti-wanti,"Wahai sekalian orang yang beriman,dengan lisannya yang belum sampai ke dalam hatinya,janganlah kalian mengganggu kaum muslimin,janganlah kalian menjelek-jelekannya,janganlah kalian mencari-cari aibnya.
Barang siapa yang mencari-cari aib saudaranya sesama muslim,niscaya Allah akan mencari aibnya.
Barang siapa yang Allah mencari aibnya,niscaya Allah akan menyingkapnya,walaupun di dalam rumahnya" ( HR.At Tirmidzi )
Dan terpenting lagi,mempergunakan mata untuk hal-hal yang diridhai Allah dan Rasul-Nya.
Hal ini berarti tidak mempergunakan mata untuk bermaksiat.
Pandangan mata adalah mata air kemuliaan,juga sekaligus duta nafsu syahwat.

Betapa banyak manusia mulia yang didera nestapa dan kehinaan,hanya karena mereka tidak bisa mengendalikan mata.
Yaitu ketika matanya tidak ...


Sumber:
1. http://www.blogmamen.com/2012/08/apa-sebenarnya-arti-inner-beauty.html
2. http://www.tarikulur.com/cara-jitu-mengeluarkan-inner-beauty-wanita-dengan-mudah
3. http://www.blogmamen.com/2012/10/tips-cara-memancarkan-inner-beauty.html

Dibawah Naungan PMI

Korps Sukarela (KSR)
Korps Sukarela (KSR) adalah kesatuan unit PMI yang menjadi wadah bagi anggota biasa dan perseorangan yang atas kesadaran sendiri menyatakan menjadi anggota KSR.

Persyaratan menjadi anggota KSR
  • WNI atau WNA yang sedang berdomisili di Indonesia
  • Berusia minimal 20 tahun
  • Berpendidikan minimal SLTP/Sederajat
  • Bersedia mengikuti pendidikan dan pelatihan
  • Bersedia menjalankan tugas kepalangmerahan secara terorganisir dan mentaati peraturan yang berlaku
Pendaftaran Anggota KSR
Apabila telah memenuhi persyaratan di atas, daftarkan diri ke Kantor PMI Cabang setempat dan bergabung menjadi KSR Unit Markas Cabang. Bila anda seorang mahasiswa suatu perguruan tinggi, dapat menghubungi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang menangani kepalangmerahan dan bergabung menjadi anggota kepalangmerahan setelah melewati pendidikan dasar, maka dapat bergabung menjadi KSR-PMI Perguruan Tinggi.

Pendidikan & Pelatihan
Setelah rekrutmen, anda akan mengikuti pelatihan tingkat dasar KSR, sebelum menginjak tingkat lanjutan dan spesiailisasi yang diselenggarakan oleh Markas Cabang. Sedangkan bagi anggota UKM kepalangmerahan, setelah pelatihan dasar di UKM dapat ditindaklanjuti pelatihan lanjutan di Cabang untuk menjadi anggota KSR PMI Perguruan Tinggi. Pelatihan spesialisasi biasanya akan diberikan kepada KSR yang siap menjadi anggota "Satgana" (Satuan Siaga Penanggulangan Bencana). Cakupan kegiatan tersebut pada intinya diarahkan untuk melaksanakan pertolongan/bantuan dalam kesatuan unit terorganisasi di bidang Penanggulangan Bencana serta Pelayanan Sosial dan Kesehatan Masyarakat.

Kegiatan KSR
  • Donor darah sukarela
  • Pertolongan pertama dan evakuasi pada kecelakaan, bencana dan konflik
  • Dapur umum, penampungan darurat, distribusi relief, "tracing and mailing" untuk korban bencana
  • Pelayanan pada program berbasis masyarakat (CBFA/CBDP)
  • Layanan konseling dan Pendidikan Remaja Sebaya (PRS), Pendidikan Wanita Sebaya (PWS) untuk pencegahan sebaran HIV/AIDS dan narkoba dengan pendekatan
  • Ketrampilan hidup
  • Temu karya KSR
  • Membantu PMI Cabang membina PMR
Cakupan kegiatan tersebut pada intinya diarahkan untuk melaksanakan pertolongan/bantuan dalam kesatuan unit terorganisasi di bidang Penanggulangan Bencana serta Pelayanan Sosial dan Kesehatan Masyarakat.

Tenaga Sukarela (TSR)
TSR adalah anggota PMI yang direkrut dari perseorangan dari kalangan masyarakat yang berlatar belakang profesi atau memiliki ketrampilan tertentu, misalnya dokter, ahli gizi, sanitasi, akuntan, logistik, teknisi, pertanian, jurnalis, seniman/artis, teknologi komunikasi, guru, dsb.

Persyaratan menjadi anggota TSR PMI:
  • WNI yang bertaqwa kepada Tuhan YME
  • Setia kepada Pancasila dan UUD ‘45
  • Usia minimal 18 tahun dan serendahnya tamatan SMP/Sederajat
  • Atas kesadaran dan kemauan sendiri bersedia mendaftarkan diri menjadi anggota PMI setempat
  • Memiliki keterampilan/keahlian/profesi tertentu yang dapat mendukung tugas dan kegiatan PMI, baik yang didapat dari pendidikan formal maupun non formal, seperti kursus,dll
  • Memiliki kesanggupan secara fisik dan mental
  • Bersedia menjalankan ketentuan organisasi PMI dan menjaga nama baik PMI
  • Bersedia mengabdikan diri di PMI
  • Bersedia mengikuti Orientasi Kepalangmerahan
Bagi WNA yang berminat menjadi anggota TSR PMI:
  • WNA yang telah memenuhi ketentuan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia (mempunyai dokumen keimigrasian yang jelas)
  • Bersedia mengikuti Orientasi Kepalangmerahan
  • Mendaftarkan diri atas kesadaran dan kemauan sendiri
  • Bersedia mentaati peraturan organisasi yang berlaku dan menjaga nama baik PMI
Kalangan profesional yang berminat ingin bergabung dengan PMI dapat menghubungi Markas PMI Cabang atau Daerah setempat kemudian mengikuti orientasi kepalangmerahan, sebelum dilibatkan dalam berbagai kegiatan kemanusiaan. Mereka akan direkrut bilamana, PMI mempunyai program kegiatan pelayanan yang memerlukan tenaga relawan dengan spesifikasi yang terkait, untuk ditugaskan dilokasi operasi kemanusiaan tersebut.
Palang Merah Remaja (PMR)
PMR adalah wadah kegiatan remaja di sekolah atau lembaga pendidikan normal dalam kepalangmerahan melalui program ekstra kurikuler.

Persyaratan menjadi anggota PMR
  • WNI atau WNA yang berdomisili di Indonesia
  • Berusia 7-20 tahun dan belum menikah
  • Berpendidikan setingkat SD, SLTP dan SLTA
  • Bersedia mengikuti pelatihan dan pendidikan dasar kepalangmerahan
  • Mendapat persetujuan orang tua/wali

Anggota PMR
  • PMR MULA
    Usia 7 – 12 tahun atau setingkat SD
  • PMR MADYA
    Usia 12 – 16 tahun atau setingkat SLTP
  • PMR WIRA
    Usia 16 – 20 tahun atau setingkat SLTA
Kegiatan PMR
  • Pengumpulan bantuan di sekolah untuk korban bencana
  • Bakti sosial dengan kunjungan ke rumah sakit atau panti jompo/panti asuhan untuk perawatan keluarga, gerakan kebersihan lingkungan, dsb
  • Mengikuti gerakan kakek/nenek angkat asuh
  • Mengikuti pelatihan remaja sebaya di bidang kesehatan remaja dan HIV/AIDS
  • Donor darah siswa
  • Seni (majalah dinding, lomba-lomba)
  • Pertukaran album, program persahabatan remaja palang merah regional/internasional
  • Jumbara (Jumpa Bakti Gembira) PMR
Ruang lingkup kegiatan PMR dikenal dengan nama “Tri Bakti Remaja”, yang mengandung arti:
  • Berbakti kepada masyarakat

  • Seperti mengadakan kunjungan berkala ke panti jompo, menjadi donor darah
  • Mempertinggi keterampilan serta memelihara kebersihan dan kesehatan

  • Misalnya, mempraktikkan kebersihan dan kesehatan di lingkungan sekitar, mampu melakukan pada luka lecet
  • Mempererat persahabatan nasional dan internasional

  • Contohnya, melakukan latihan gabungan PMR dengan kelompok PMR lain, saling bertukar album persahabatan
Pendidikan dan Pelatihan
Pengembangan sumber daya manusia yang mempunyai peranan penting bagi kehidupan organisasi untuk mewujudkan cita-citanya dalam pengabdian terhadap tugas-tugas kemanusiaan. Tantangan yang dihadapi PMI dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan yang dimaksud adalah kita tidak hanya dituntut untuk memiliki motivasi dan dedikasi saja, tetapi harus pula memiliki keterampilan dan keahlian yang memadai.
Dalam mengembangkan kegiatan untuk para remaja dan pemuda, PMI mewujudkan peran sertanya melalui PMR untuk menjadi manusia yang berperikemanusiaan, berbudi luhur, jujur, serta bersedia tanpa pamrih membantu sesama manusia. Selain itu masyarakat mempunyai banyak tenaga potensial (KSR) yang dapat bermanfaat bagi PMI untuk mewujudkan tugas-tugas pengabdian kemanusiaan. Disini KSR diberikan pembinaan dan pelatihan berupa:
  • Pendidikan PMR
  • Pendidikan KSR
  • Kursus asisten transfusi darah
  • Pendidikan untuk masyarakat
Sumber: http://www.pmi.or.id/eng/hrd/

GURU



Menjadi seorang guru adalah tugas yang mulia. 


Jika aku menjadi guru, aku akan menjelajah dan mencari tahu gaya belajar siswa-siswaku. Lalu aku masuk dalam dunianya, sehingga tidak ada lagi bidang studi yang sulit, semuanya menyenangkan dan tidak tegang serta menjadi momok bagi mereka. Aku harus menciptakan kondisi bahwa mereka membutuhkan sebuah informasi dan aku adalah pemberi informasi. Aku akan berusaha sekuat mungkin menjelaskan kepada mereka apa manfaatnya pelajaran ini bagi kita semua. Aku akan menghindari penjelasan yang abstrak kepada mereka. Untuk itu aku juga harus menjadi makhluk yang tak boleh berhenti untuk belajar.
Disamping itu aku akan selalu megontrol siswa-siawaku sampai seberapa pemahaman mereka tentang apa yang aku jelaskan pada mereka ataukah belum paham. Kalu sudah paham, maka aku akan tingkatkan materinya dan mengevaluasinya lagi, namun bila belum paham maka aku akan menjelaskan kembali dan mentraining mereka lagi, sampai mereka paham dan mengerti. Aku akan menjadi seorang guru dan teman bagi mereka namun, tapi tetap bersahaja.
Tak hanya dalam hal pelajaran tapi aku juga akan memberikan pembinaan dan mengontrol akhlak mereka, pergaulan mereka. Di sekolah, keluarga dan lingkungan masyarakatnya.
Aku juga akan membuat fokum diskusi untuk mereka, tentang pengajaran yang ku lakukan, cara penyampaian, metode, apakah sudah baik, atau perlu diganti. Dan juga membahas kesulitan-kesulitan mereka, rencana liburan dll.
Ketika ada perlombaan, terutama yang berhubungan dengan bidang yang ku ajar, aku akan senantiasa menemani mereka untuk belajar dan latihan serta memotivasi dan memberi semangat pada mereka. Baik yang ikut lomba ataupun yang tidak, baik nantinya menang atau kalah. Semua akan aku buat menyenangkan, dan akan aku beri penjelasan pada mereka bahwa “berprestasi itu menyenagkan”.  
Karena aku nantinya guru dibidang agama, aku juga akan mengonrol mereka dalam hal pengalaman pelajaran yang mereka terima dalam hal ibadah sehari-hari. Aku juga sebagai tauladan mereka. Dan apabila diantara muridku ada yang belum bisa mengaji atau belum lancer mmbaca al-quran, aku akan ajari mereka entah itu di sekolahan ketika jam pelajaran atau diluar jam pelajaran. Bahkan kalu perlu dan bila mereka mau, dirumahpun saya mau dan senang sekali.
Jika aku menjadi kepala sekolah, aku akan memimpin sekolah dengan paradigma pendidikan yang benar, menomorsatukan akhlak, bukan nilai-nilai kognitif yang diperoleh dengan tidak jujur. Aku tidak akan bangga dengan nilai-nilai siswaku pada ujian nasional yang tinggi, padahal itu didapat dari ketidak jujuran. Aku harus menghormati dua hal penting yaitu kewenangan dan tugas. Aku berusaha menjadi pemimpin dari guru-guru tidak dengan memaksa mereka untuk menuruti kemauanku. Apalagi kemauan pribadi. Aku harus memberikan tauladan kebaikan kepada guru-guru dan siswa-siswa.
Jika aku kepala sekolah, dalam bertuturkata aku harus baik, harus senang bertemu dan menyapa yang lain atau disapa yang lainnya, aku harus mengetahui data detail tentang guru-guru dan karyawan. Aku juga akan sempatkan bersilaturahmi ke rumah guru-guru dan karyawan pada waktu senggang. Setiap hari aku harus mengetahui posisi di setiap kelas pada setiap jam berjalan dengan baik. Aku harus memahami kondisi guru-guru, memberi obat bagi yang sakit dan memberikan apresiasi bagi yang sehat, terutama dalam mengajar.
Jika aku kepala sekolah, aku akan senantiasa memberi dukungan dan apresiasi pada siswa-siswaku untuk senantiasa berprestasi dan juga untuk guru-guru.
Jika aku kepala sekolah, aku harus punya cara bagaimana mempersilahkan orang-orang kebanyakan masuk rumah sekolahku untuk menjadi guru dan mana yang hanya boleh mengintip dari jendela saja. Aku juga, terkadang harus bisa menjadi guru, karyawan TU, petugas keamanan dan office boy.
Jika aku kepala sekolah, aku akan mencari dana untuk memperbaiki dan melengkapi sarana dan prasarana sekolah, dari gedung dan isinya.

Minggu, 09 Desember 2012

BENTUK-BENTUK BERBAKTI KEPADA ORANG TUA



Bentuk-Bentuk Berbuat Baik Kepada Kedua Orang Tua Adalah :

Pertama.
Bergaul dengan keduanya dengan cara yang baik. Di dalam hadits Nabi Shallallahu ’alaihi wa sallam disebutkan bahwa memberikan kegembiraan kepada seorang mu’min termasuk shadaqah, lebih utama lagi kalau memberikan kegembiraan kepada kedua orang tua kita.

Dalam nasihat perkawinan dikatakan agar suami senantiasa berbuat baik kepada istri, maka kepada kedua orang tua harus lebih dari kepada istri. Karena dia yang melahirkan, mengasuh, mendidik dan banyak jasa lainnya kepada kita.

Dalam suatu riwayat dikatakan bahwa ketika seseorang meminta izin untuk berjihad (dalam hal ini fardhu kifayah kecuali waktu diserang musuh maka fardhu ’ain) dengan meninggalkan orang tuanya dalam keadaan menangis, maka Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam berkata, "Kembali dan buatlah keduanya tertawa seperti engkau telah membuat keduanya menangis" [Hadits Riwayat Abu Dawud dan Nasa’i] Dalam riwayat lain dikatakan : "Berbaktilah kepada kedua orang tuamu" [Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim]

Kedua.
Yaitu berkata kepada keduanya dengan perkataan yang lemah lembut. Hendaknya dibedakan berbicara dengan kedua orang tua dan berbicara dengan anak, teman atau dengan yang lain. Berbicara dengan perkataan yang mulia kepada kedua orang tua, tidak boleh mengucapkan ’ah’ apalagi mencemooh dan mencaci maki atau melaknat keduanya karena ini merupakan dosa besar dan bentuk kedurhakaan kepada orang tua. Jika hal ini sampai terjadi, wal iya ’udzubillah.

Kita tidak boleh berkata kasar kepada orang tua kita, meskipun keduanya berbuat jahat kepada kita. Atau ada hak kita yang ditahan oleh orang tua atau orang tua memukul kita atau keduanya belum memenuhi apa yang kita minta (misalnya biaya sekolah) walaupun mereka memiliki, kita tetap tidak boleh durhaka kepada keduanya.

Ketiga.
Tawadlu (rendah diri). Tidak boleh kibir (sombong) apabila sudah meraih sukses atau mempunyai jabatan di dunia, karena sewaktu lahir kita berada dalam keadaan hina dan membutuhkan pertolongan. Kedua orang tualah yang menolong dengan memberi makan, minum, pakaian dan semuanya.

Seandainya kita diperintahkan untuk melakukan pekerjaan yang kita anggap ringan dan merendahkan kita yang mungkin tidak sesuai dengan kesuksesan atau jabatan kita dan bukan sesuatu yang haram, wajib bagi kita untuk tetap taat kepada keduanya. Lakukan dengan senang hati karena hal tersebut tidak akan menurunkan derajat kita, karena yang menyuruh adalah orang tua kita sendiri. Hal itu merupakan kesempatan bagi kita untuk berbuat baik selagi keduanya masih hidup.

Keempat.
Yaitu memberikan infak (shadaqah) kepada kedua orang tua. Semua harta kita adalah milik orang tua. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala surat Al-Baqarah ayat 215.

"Artinya : Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka infakkan. Jawablah, "Harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu bapakmu, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan. Dan apa saja kebajikan yang kamu perbuat sesungguhnya Allah maha mengetahui"

Jika seseorang sudah berkecukupan dalam hal harta hendaklah ia menafkahkannya yang pertama adalah kepada kedua orang tuanya. Kedua orang tua memiliki hak tersebut sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam surat Al-Baqarah di atas. Kemudian kaum kerabat, anak yatim dan orang-orang yang dalam perjalanan. Berbuat baik yang pertama adalah kepada ibu kemudian bapak dan yang lain, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam berikut.

"Artinya : Hendaklah kamu berbuat baik kepada ibumu kemudian ibumu sekali lagi ibumu kemudian bapakmu kemudian orang yang terdekat dan yang terdekat" [Hadits Riwayat Bukhari dalam Adabul Mufrad No. 3, Abu Dawud No. 5139 dan Tirmidzi 1897, Hakim 3/642 dan 4/150 dari Mu’awiyah bin Haidah, Ahmad 5/3,5 dan berkata Tirmidzi, "Hadits Hasan"]

Sebagian orang yang telah menikah tidak menafkahkan hartanya lagi kepada orang tuanya karena takut kepada istrinya, hal ini tidak dibenarkan. Yang mengatur harta adalah suami sebagaimana disebutkan bahwa laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita. Harus dijelaskan kepada istri bahwa kewajiban yang utama bagi anak laki-laki adalah berbakti kepada ibunya (kedua orang tuanya) setelah Allah dan Rasul-Nya. Sedangkan kewajiban yang utama bagi wanita yang telah bersuami setelah kepada Allah dan Rasul-Nya adalah kepada suaminya. Ketaatan kepada suami akan membawanya ke surga. Namun demikian suami hendaknya tetap memberi kesempatan atau ijin agar istrinya dapat berinfaq dan berbuat baik lainnya kepada kedua orang tuanya.

Kelima.
Mendo’akan orang tua. Sebagaimana dalam ayat "Robbirhamhuma kamaa rabbayaani shagiiro" (Wahai Rabb-ku kasihanilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku diwaktu kecil). Seandainya orang tua belum mengikuti dakwah yang haq dan masih berbuat syirik serta bid’ah, kita harus tetap berlaku lemah lembut kepada keduanya. Dakwahkan kepada keduanya dengan perkataan yang lemah lembut sambil berdo’a di malam hari, ketika sedang shaum, di hari Jum’at dan di tempat-tempat dikabulkannya do’a agar ditunjuki dan dikembalikan ke jalan yang haq oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Apabila kedua orang tua telah meninggal maka : 

Yang pertama : Kita lakukan adalah meminta ampun kepada Allah Ta’ala dengan taubat yang nasuh (benar) bila kita pernah berbuat durhaka kepada kedua orang tua sewaktu mereka masih hidup.

Yang kedua : Adalah mendo’akan kedua orang tua kita.

Dalam sebuah hadits dla’if (lemah) yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Ibnu Hibban, seseorang pernah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam.

"Apakah ada suatu kebaikan yang harus aku perbuat kepada kedua orang tuaku sesudah wafat keduanya ?" Nabi Shallallahu ’alaihi wa sallam menjawab, "Ya, kamu shalat atas keduanya, kamu istighfar kepada keduanya, kamu memenuhi janji keduanya, kamu silaturahmi kepada orang yang pernah dia pernah silaturahmi kepadanya dan memuliakan teman-temannya" [Hadits ini dilemahkan oleh beberapa imam ahli hadits karena di dalam sanadnya ada seorang rawi yang lemah dan Syaikh Albani Rahimahullah melemahkan hadits ini dalam kitabnya Misykatul Mashabiih dan juga dalam Tahqiq Riyadush Shalihin (Bahajtun Nazhirin Syarah Riyadush Shalihin Juz I hal.413 hadits No. 343)]

Sedangkan menurut hadits-hadits yang shahih tentang amal-amal yang diperbuat untuk kedua orang tua yang sudah wafat, adalah : 

[1] Mendo’akannya
[2] Menshalatkan ketika orang tua meninggal
[3] Selalu memintakan ampun untuk keduanya.
[4] Membayarkan hutang-hutangnya
[5] Melaksanakan wasiat yang sesuai dengan syari’at.
[6] Menyambung tali silaturrahmi kepada orang yang keduanya juga pernah menyambungnya

[Diringkas dari beberapa hadits yang shahih]

Sebagaimana hadits Nabi Shallallahu ’alaihi wa sallam dari sahabat Abdullah bin Umar Radhiyallahu ’anhuma.

"Artinya : Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, "Sesungguhnya termasuk kebaikan seseorang adalah menyambung tali silaturrahmi kepada teman-teman bapaknya sesudah bapaknya meninggal" [Hadits Riwayat Muslim No. 12, 13, 2552]

Dalam riwayat yang lain, Abdullah bin Umar Radhiyallahu ’anhuma menemui seorang badui di perjalanan menuju Mekah, mereka orang-orang yang sederhana. Kemudian Abdullah bin Umar mengucapkan salam kepada orang tersebut dan menaikkannya ke atas keledai, kemudian sorbannya diberikan kepada orang badui tersebut, kemudian Abdullah bin Umar berkata, "Semoga Allah membereskan urusanmu". Kemudian Abdullah bin Umar Radhiyallahu ’anhumua berkata, "Sesungguhnya bapaknya orang ini adalah sahabat karib dengan Umar sedangkan aku mendengar sabda Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam :

"Artinya : Sesungguhnya termasuk kebaikan seseorang adalah menyambung tali silaturrahmi kepada teman-teman ayahnya" [Hadits Riwayat Muslim 2552 (13)]

Tidak dibenarkan mengqadha shalat atau puasa kecuali puasa nadzar [Tamamul Minnah Takhrij Fiqih Sunnah hal. 427-428, cet. III Darul Rayah 1409H, lihat Ahkamul Janaiz oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani hal 213-216, cet. Darul Ma’arif 1424H]


[Disalin dari Kitab Birrul Walidain, edisi Indonesia Berbakti Kepada Kedua Orang Tua]




dari
http://abdullah-syauqi.abatasa.com/post/detail/4072/berbakti-kepada-orang-tua.html